APINDO Kaltara Dorong Penerbangan Langsung ke China untuk Tingkatkan Ekspor Hasil Laut
Tarakan – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Utara mendorong pembukaan rute penerbangan langsung dari Tarakan ke China guna meningkatkan efisiensi ekspor hasil laut dari daerah tersebut. Hal ini disampaikan dalam rapat Komite Keamanan Bandar Udara yang digelar di Tarakan.(28/04/2026)
Dalam forum tersebut, Apindo menyoroti bahwa sebagian besar komoditas unggulan Kaltara seperti ikan, kepiting, dan udang masih dikirim melalui daerah transit, seperti Tawau, Surabaya dan Jakarta, sebelum menuju pasar utama di China. Situasi ini menyebabkan potensi nilai tambah dari komoditas ekspor tidak maksimal dinikmati daerah, melainkan berpindah ke daerah atau negara perantara dalam rantai distribusi.
“Selama ini ekspor hasil laut kita banyak bukan langsung ke negara tujuan. Akibatnya, nilai tambah dan keuntungan lebih banyak dinikmati oleh daerah transit, bukan daerah kita,” ungkap Peter Setiawan, Ketua Apindo Kaltara.
Selain itu, rantai distribusi yang panjang juga berdampak pada tingginya biaya logistik serta lamanya waktu pengiriman. Untuk jalur laut, proses pengiriman bahkan dapat memakan waktu hingga satu bulan dan membutuhkan volume besar agar efisien. Sementara melalui jalur udara, keterbatasan penerbangan langsung membuat komoditas harus melalui beberapa titik transit.
Apindo Kaltara menilai pembukaan rute penerbangan langsung ke China akan memberikan banyak keuntungan. Selain menekan biaya logistik, waktu pengiriman menjadi lebih singkat sehingga kualitas produk tetap terjaga dan daya saing meningkat.
“Kami mendorong adanya penerbangan langsung dari Tarakan ke China agar biaya lebih efisien, pengiriman lebih cepat, dan produk kita bisa bersaing di pasar internasional,” lanjutnya.
Tak hanya berdampak pada sektor ekspor, keberadaan rute internasional langsung juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor lain, seperti pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedatangan wisatawan mancanegara dinilai berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
“Kalau penerbangan langsung ini ada, bukan hanya ekspor yang meningkat, tetapi juga wisata dan UMKM akan ikut bergerak,” tambahnya.
Apindo Kaltara menilai status Bandara Juwata Tarakan sebagai bandara internasional menjadi peluang besar untuk mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan langkah konkret dari pemerintah untuk membuka konektivitas langsung ke luar negeri, khususnya ke China.
Dengan potensi sumber daya laut yang melimpah, Kaltara dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekspor perikanan nasional, asalkan didukung oleh infrastruktur dan konektivitas yang memadai.

















